Saya yakin teman-teman yang sedang mengerjakan tugas akhir atau skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan sarjana S1 pernah mengalami jantung berdegup kencang, keringat dingin, gugup, dan rasanya ingin cepat-cepat keluar dari ruangan dosen pembimbing. Hal tersebut dapat terjadi ketika kita berhadapan dengan dosen pembimbing yang killer minta ampun; susah ditelepon, jutek, suka sentimen, idealis dan perfeksionis. Tapi apakah hal itu menjadi kendala atau penghalang kelulusan? masa’ sih gara-gara dosen pembimbing yang killer, kita sebagai mahasiswa sejati menjadi lama lulus bahkan hampir didropout?

Tips-tips di bawah ini bisa berguna, baca saja…

1.Tetap tersenyum

2Terima kritikan dari dosen pembimbing sambil tetap tersenyum atau tertawa jika kamu anggap kritikan itu lucu.

3. Akui bahwa kamu adalah mahasiswa yang memang membutuhkan seorang pembimbing dalam menyelesaikan tugas akhir atau skripsi

4. Akui kebodohan dan kesalahan

5. Camkan dalam hati dan pikiran, Dosen juga manusia;stress dan frustrasi karena konflik rumah tangganya,manusia bisa marah,manusia bisa lupa, pokoknya semua tetek bengek yang ada hubungannya dengan manusia.

6.Pede aja! Ingatkan jika beliau lupa (kan dosen juga manusia…)

7. Jangan coba-coba membantah pendapat atau pernyataan dari dosen pembimbing yang killer

8. Jangan coba-coba memberi pendapat pribadi tanpa dibubuhi referensi ketika ditanya oleh dosen pembimbing killer. Kalau gak tau ya ngaku aja deh…

9.Tunjukkan kepada beliau bahwa kamu akan mencari semua pertanyaan dari beliau melalui berbagai sumber dan jangan takut untuk meminta jawaban dari beliau langsung.

10. Latihlah diri kita untuk menjadi orang yang rendah hati.

11. Terakhir nih…berdoa’a. Ya berdo’a…kan mahasiswa juga manusia

3 Responses to “Tips Menghadapi Dosen Pembimbing Killer”

  1. d 35 KA Says:

    saya sedang menghadapi dosen yang killer abis,teliti,n sepertinya bukan saya yang mw buat skripsi…..
    pusing banget deh,,rasanya kalo berhadapan langsung dengannya saya mw cepat2 menyudahi pertemuan ini…
    tapi saya masih berpikir logis,semua yang ia katakan adalah sebuah bimbingan yang membangun….
    loh…jadi mw curhat nih he,,he,,,g pp deh itung2 meringankan beban…..

  2. revuesuper Says:

    waduh…susah tuh kalo isi skripsi serasa bukan dari pikiran kita.sebaiknya sih sebelum bimbingan ke dosen,itu itu skripsi udah matang dulu.maksudnya,segala isi pikiran dan ide kita sudah dituangkan ke dalam bentuk tulisan di skripsi,dan tulisan mendekati perfect.baru deh bimbingan supaya itu isi skripsi gak diutak-atik,tetapi redaksional aja yang diutak-atik sama dosen.

  3. revuesuper Says:

    terkadang terlalu banyak frekuensi bimbingan,malah menjadi gak efektif.


Leave a Reply