Home > Heaven's Unlimited > Najis Batin Menjadi Suci Batin?

Najis Batin Menjadi Suci Batin?

Kesadaran akan identitas diriku sebagai manusia yang tidak terlepas dari kekurangan baik lahir maupun batin,dan seiring berjalannya waktu,zaman…aku mulai mencari-cari makna di setiap situasi-kondisi dalam kehidupan.Hatiku tergerak untuk mencari tahu mana yang benar dan mana yang salah.Awalnya,aku mengira bahwa lambat laun seiring berjalannya waktu dan takdir aku pasti berubah menjadi orang “baik”.Namun kapankah datangnya?kapankah datangnya bila tak aku cari?

Terkadang kita juga penat akan apa yang telah kita lakukan dalam menghabiskan waktu di dunia ini,di bumi ini…

Otak mulai berpikir,”Salahkah atas apa yang telah aku lakukan barusan?yang lalu-lalu?”

Otak mulai berpikir,”Mengapa dia melakukan hal seperti ini dan seperti itu?mengapa dia melakukan hal yang merugikan diriku?mengapa aku tak bisa menjadi seperti dirinya dan tetangga yang lain?”

Otak juga mulai berpikir,”Mengapa aku tidak punya ini dan tidak punya itu?mengapa dia punya ini dan punya itu?”

Penat…suntuk…terlalu banyak yang ada di dalam pikiran hingga membuat kita tidak bisa tidur.

Demikianlah bisa dikatakan bahwa terlalu banyak najis batin yang tak pernah dibersihkan hingga membuat kita susah tidur,penat,dan segala macamnya.

Hingga akhirnya aku tahu,bahwa “najis lahir dan batin” bisa dibersihkan bagaikan “pantat kuali yang hitam legam dibersihkan hingga menjadi bersih berkilauan dan berkaca-kaca”.Berikut ini adalah suatu puisi dari Jalaluddin Rumi yang juga menyiratkan bahwa sebenarnya “najis lahir dan batin” itu bisa dibersihkan.

Let go of your worries

and be completely clear-hearted,

like the face of a mirror

that contains no images.

If you want a clear mirror,

behold yourself

and see the shameless truth,

which the mirror reflects.

If metal can be polished

to a mirror-like finish,

what polishing might the mirror

of the heart require?

Between the mirror and the heart

is this single difference:

the heart conceals secrets,

while the mirror does not.

The Divani Shamsi Tabriz, XIII,Rumi (source:khamush.com)

Kemudian pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara membersihkannya?

Najis lahir bisa dibersihkan menjadi suci lahir dengan cara berwudhu’.Namun bagaimana pula dengan najis batin jika ingin dibersihkan hingga menjadi suci batin?

Jawabannya tidak susah jika berusaha mencari tahu.Seperti halnya dengan “Pekerjaan itu ada jika dicari,kalo gak dicari ya gak ada pekerjaan”.

Categories: Heaven's Unlimited
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: