Home > Heaven's Unlimited > Glaubst du Ruh?Percayakah kamu akan hal gaib?

Glaubst du Ruh?Percayakah kamu akan hal gaib?

Seorang wanita Persia bertanya kepadaku dalam bahasa Jerman,”Glaubst du Ruh?glaubst du jin?glaubst du Geist?” atau “percayaah kau akan Ruh?percayakah kau akan jin?percayakah kau akan hantu?” pada suatu malam di lantai enam asrama mahasiswa atau Wohnheim 6 di salah satu ibukota negara bagian Jerman.

Pertanyaan yang rumit untuk ukuran orang seperti diriku dan lagi…aku dan wanita persia ini berbeda prinsip hidup dan kepercayaan. Aku tidak spontan menjawab,aku mikir…kata-kata seperti apa yang pantas dijadikan jawaban untuk dirinya tanpa merusak hubungan pertemanan.Hm…akhirnya setelah lama aku berpikir,”Ja,natuerlich” atau “ya,tentu saja aku percaya”.Seperti yang aku kira,dia tidak langsung puas dengan jawaban itu.Dia bertanya lagi alasan mengapa aku percaya.Salah satu yang landasan mengapa aku mempelajari dan kemudian mempercayai jin,hantu,ruh,setan,dan hal gaib lainnya adalah kalimat di bawah ini.

Bagi Rumi, tidak layak meniadakan sesuatu hanya karena tidak pernah melihatnya dengan mata kepala atau belum pernah meraba dengan indera. Sesungguhnya, batin akan selalu tersembunyi di balik yang lahir, seperti faedah penyembuhan yang terkandung dalam obat. “Padahal, yang lahir itu senantiasa menunjukkan adanya sesuatu yang tersimpan, yang tersembunyi di balik dirinya. Bukankah Anda mengenal obat yang bermanfaat? Bukankah kegunaannya tersembunyi di dalamnya?” tegas Rumi. (source:www.khamush.com)

Namun tetap saja setelah aku menjelaskan kepadanya tentang segala pengetahuanku tentang jin,dia tetap teguh pendirian,bahwa dia menganggap jin dan sejenisnya adalah sebuah “energi” yang ada di dalam tubuh manusia khususnya dan di dunia ini pada umumnya.

Entahlah…aku tak bisa mendapatkan kesimpulan akhir tentang hal yang gaib-gaib karena sesungguhnya aku adalah manusia biasa ciptaan Tuhan yang masih berumur 21 tahun dan masih perlu banyak belajar hingga ajal tiba. Lagipula kalau masalah hal yang gaib-gaib,aku tidak diberi pengetahuan lebih melainkan hanya secuil dan bagi diriku “secuil itu seperti seluas samudra”.

Categories: Heaven's Unlimited
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: