Home > Heaven's Unlimited > Introspeksi di Bulan Ramadhan

Introspeksi di Bulan Ramadhan

Waktu berlalu begitu cepat. Dalam pikiranku, baru sebulan yang lalu aku berpuasa ramadhan, tapi nyatanya itu sudah setahun yang lalu. Sekarang sudah masuk bulan Ramadhan kembali dan aku tidak mempersiapkan diri seperti yang dilakukan banyak orang; mengaji, berzikir, dan menabung pahala. Aku tidak melakukannya sebelum bulan ramadhan tiba karena aku terlena dengan urusan duniawi.

Bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan berkah. Bukan katanya, melainkan kenyataan yang kurang bisa diterima oleh akal pikiran manusia menurutku. Karena apa? aku pikir itu semua karena kita adalah manusia, makhluk tidak sempurna yang hanya diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Namun, tak sedikit dari kita, manusia, yang menyadari kenyataan ini termasuk lah aku.

Bulan penuh rahmat dan berkah yang mampu disangkal oleh akal pikiran manusia akan kenyataannya. Ketika aku berpikir menggunakan otakku, akalku, sungguh aku tidak ingin bahkan enggan untuk beribadah di bulan Ramadhan. Aku enggan melaksanakan shalat taraweh selama satu bulan penuh, witir, bahkan bertadarus. Tadi sore saja aku tidur pulas hingga menjelang azan maghrib. Di otakku hanyalah urusan duniawi saja, itu sebabnya. Ketika aku melakukan sesuatu dengan menggunakan hati nuraniku, mengesampingkan pikiranku yang terbatas ini, sudah sembarang tentu aku tergerak untuk terus menerus beribadah kepada-Nya dalam bentuk apapun layaknya seorang hamba biasa.

Inilah hatiku, hati seorang manusia, yang masih berkerak hitam seperti pantat kuali. Itu sebabnya mengapa muncul pertanyaan seperti ini di benakku, “Apakah benar bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan berkah?” lantas timbul pertanyaan selanjutnya, “di manakah berkah itu?” Tidak, aku tidak akan menjawabnya. Aku sadar diri bahwa aku tidak sanggup mencari-cari jawabannya saat ini.

Mana bisa aku, kamu, atau kalian mengetahuinya dan tidak akan mampu mencar jawabannya bila berbekalkan otak yang volumenya bisa diatur-atur semau Dia. Tidak percaya padaku? Hari ini aku sadari bahwa dibutuhkan hati nurani yang suci, lubuk hati terdalam yang sering dikikis untuk menjaga kesuciannya, untuk menjawab semua teka-teki duniawi bahkan akhirat.

Categories: Heaven's Unlimited
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: