Home > an Freunde denken > Road to Unimed

Road to Unimed

"Oom! kita meluncur ke Unimed yuk!" aku mengajak Om Yardi dengan hati yang senang gembira, menggebu-gebu! Hari itu Om bisa seharian menemani aku kemana pun aku ingin pergi. Segera aku menghubungi kakak agar ia tahu bahwa aku akan menemuinya di sana dan memberikan ‘Gift’ yang gak akan ia duga. Awalnya aku khawatir kalo kakak gak punya waktu kira-kira 15 menit aja untuk bertemu, tapi memang keberuntunganku hari itu bisa ketemu. Setidaknya ‘Gift’ ini sampai ke tangannya. Kami harus bergegas, dalam waktu 30 menit kami harus sudah sampai di Unimed, kakak tidak punya banyak waktu. Owh!
Oom memilih jalur tol (alternatif) dengan resiko kemacetan di daerah Amplas dan Pancing. Selain itu, kemacetan jalur Suka Rame benar-benar gak bisa diperkirakan. Tepat waktu! Perjalanan dari Padang Bulan menuju kampus Unimed ditempuh dalam waktu 30 menit dan gak ada kemacetan sama sekali. Kunjungan ini adalah kunjungan yang pertama kali bagi kami (aku dan Oom).
Ketika memasuki gerbang kampus Unimed, kami benar-benar kagum akan keasriannya. Sepanjang jalan dinaungi kanopi pohon-pohon, kemudian di setiap fakultas diperindah dengan lapangan hijau dan sangat teduh. Setelah melewati pos satpam, Oom bertanya kepadaku di mana lokasi fakultas Ilmu Sosial (FIS) itu. Kakak mengajar di fakultas Ilmu Sosial dan dia menyarankan untuk bertemu di gedung FIS. Aku menggelengkan kepala, gak tau di mana lokasinya. Dua orang mahasiswi yang manis-manis dan sangat kental logat daerahnya memberitahu kami lokasi gedung FIS. Terima kasih untuk kedua mahasiswi yang ramah dan manis itu.
Kami menelusuri jalan perlahan-lahan supaya gak kesasar. Masih dipandu oleh kakak via ponsel, jalan lurus ini pun ditelusuri hingga akhirnya kami melihat sebuah taman. Ingin rasanya duduk-duduk di sana sambil mengobrol panjang-lebar. Di bawah Pohon Rindang (biasa disingkat De-Pe-eR) yang tertata apik dalam taman yang luas itu dan teduh, mahasiswa-mahasiswa berkumpul, berdiskusi dan bercanda-tawa. Di seberang taman itu lah letak gedung FIS. Kami melihat kakak berjalan ke arah kami dengan senyum yang manis. Ia mengenakan stelan kemeja berpotongan ramping dan berwarna cerah, kesuksesan kakak benar-benar terpancar.
Setelah memberikan ‘Gift’ itu ke kakak, aku diajak berkeliling menelusuri gedung FIS. Bukan gedung yang modern dan terdesain, hanya gedung lama yang menurutku telah direnovasi dan terawat. Di setiap sudut, aku melihat sekumpulan mahasiswa yang asik mengobrol dan berdiskusi. Ketika menaiki anak tangga, ternyata ruang kerja si kakak berada di lantai dua, banyak juga mahasiswa-mahasiswa yang duduk di situ. Mungkin mereka sedang menunggu kelas berikutnya. Aku jadi teringat masa-masa perkuliahan dulu. Menunggu kelas berikutnya memang hal yang membosankan, makanya pada masa itu aku dan teman-teman sekelas sering nongkrong di De Pe eR dan terkadang duduk-duduk di anak tangga.
Ada seorang mahasiswa yang menemui kakak untuk memberitahukan sesuatu yang penting. Mungkin tentang perkuliahan, pembicaraan mereka gak begitu terdengar olehku. Perhatianku teralih ke balkon-balkon di sepanjang sisi kana dan kiri gedung. Begitu terbuka dan nyaman, angin pun berhembus bebas. Medan memang kota metropolitan bersuhu panas karena letak geografinya yang dekat dengan laut, tetapi tidak membuat gerah seperti di kota Jakarta sebab udara dingin berhembus dari gunung dan Bukit Barisan.
Kami menelusuri koridor, menuju ruang kerja kakak. Koridor itu dilengkapi dengan kursi-kursi di mana mahasiswa-mahasiswa suka duduk di sana. Ada satu ruang kelas yang terbuka pintunya. Melalui celah itu dapat kulihat bahwa kelas itu berkapasitas kira-kira kurang dari 50 orang, benar-benar sistem belajar yang komprehensif menurutku. Sampailah kami di ruang kerja kakak. Ada dua orang dosen perempuan di dalam ruangan itu. Kedatanganku sedikit menyita perhatian mereka berdua yang sedang asyik mengetik sesuatu di komputer. Jujur saja, jantungku pun deg-degan sejak memasuki gedung FIS ini. Aku ini bukan mahasiswa Unimed, bukan juga dosen. Aku mengenakan sendal, bukan sepatu. Penampilanku biasa saja pagi ini, hanya mengenakan kaus dan rok. Setidaknya bila aku berpakaian rapi, orang-orang bisa saja mengira aku ini mahasiswa pasca sarjana, asisten labor atau apalah. Berjalan di samping kakak yang berpakaian rapi dan formal, benar-benar membuatku malu. Aku pikir,
aku telah membuat kakak malu karena mengunjungi Unimed dengan pakaian ‘cuek’ pada hari itu.
Kunjungan tidak berlangsung lama, tetapi hatiku sangat senang. Bisa menghadiahkan sesuatu kepada teman lama sebagai simbol persahabatan memberikan kegembiraan. Bisa mengunjungi seorang teman lama yang telah sukses dan sangat sibuk hingga harus membuat janji dulu bila ingin ditemui, memberikan kenangan yang indah. Aku mengutip pelajaran dari seorang teman berinisial ‘Babyblue’, agar meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan teman lama yang susah ditemui. Waktu itu Babyblue bilang, "makan malem bareng dan mengobrol selama setidaknya satu jam bersama teman yang susah ditemui sudah lebih dari cukup." Bisa mengunjungi Unimed untuk pertama kali dalam seumur hidup merupakan kebanggaan.
Aku menjabat erat jemari kakak, sosok yang sangat aku hormati sepanjang hayat. Teringat kembali masa-masa Kepramukaan dulu di mana solidaritas anggota Pramuka terbentuk dan benar-benar murni dan permanen. Kelak, aku akan merekomendasikan Pramuka sebagai ekskul utama yang harus diikuti oleh anakku. Kegiatan Pramuka benar-benar menanamkan jiwa sosial, dekat dengan alam, dan menumbuhkan solidaritas. Aku dan Oom beranjak pulang sambil melambaikan tangan ke arah kakak.

Categories: an Freunde denken
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: