Home > Konsumensentris > Terjebak dalam kata Pink Piece of Paper

Terjebak dalam kata Pink Piece of Paper

Luggage Mama tertinggal di Changi Airport, peristiwa yang menghebohkan ketika kami baru saja merebahkan tubuh ke kasur springbed yang udah usang dan keras (padahal ini adalah hotel bintang 4 yang cukup terkenal di Singapura). Aku dan abang ditugaskan untuk mengurus luggage yang tertinggal itu di Changi Airport. Dengan taksi, kami pun segera menuju ke sana dan berharap proses untuk mendapatkan tas itu tidak memakan waktu yang lama.

Sesampainya di Changi, bandara internasional Singapura yang didesain modern dan dilengkapi petunjuk-petunjuk dalam tiga bahasa yaitu Melayu, Inggris dan Mandarin, kami pun segera menghampiri meja Information Center. Di sana ada dua perempuan yang bertugas melayani turis. Si abang, suamiku, menghampiri petugas perempuan dan memberitahukan perihal luggage yang tertinggal. Tanpa senyum perempuan itu menjelaskan dalam bahasa Inggris dengan pengucapan (pronounciation) dan logat yang sarat Mandarin langkah-langkah yang harus kami lalui demi sampai di Lost and Found Office. Dari semua penjelasan yang dia lontarkan (pengucapan bahasa Inggris yang kacau-balau, grammar yang rancu, pengucapan yang sarat Mandarin dan suara yang pelan), hanya kalimat “…basement…then pick pink piece of paper…” ini yang terekam di otak kami.

Oke…oke…basement…dan yang pasti kami harus mengambil “pink piece of paper”.

Sesampainya di basement, sumpah kami bengong. Di bawah itu ada sebuah kantor bertuliskan “…basement” (aku beneran gak ingat nama office-nya) dan di situ banyak orang-orang yang mengantri entah untuk alasan apa. Ketika kami bertanya ke seorang petugas (warga Singapura) di dalam kantor untuk pengurusan unclaimed luggage, dia memberitahu kami bahwa kami harus mengurus surat izin di police agency. Police agency…!!!

Aku memutuskan untuk kembali ke Information Center dan di sana aku berkata langsung ke petugas perempuan dengan logat singapura yang dibangga-banggakannya dan bahasa Inggrisnya yang kacau itu, “Halo…Your english is not good and we can’t understand every single thing you’ve said to us. So please tell me once again about what should we do and…please…speak…english…slowly.”

Dengan wajah masam, petugas itu menjelaskan kepadaku SEKALI LAGI langkah-langkah yang harus kami lalui demi mendapatkan tas mama yang tertinggal di Changi.

Soal “…pick pink piece of paper…” yang benar-benar terdengar seperti ” picky picky piece of paper” bagiku, ternyata…kami harus ikut mengantri di salah satu kantor di basement. Ya! tadi telah disebutkan bahwa di basement ada sebuah kantor di mana banyak orang mengantri entah untuk alasan apa dan kami harus ikut mengantri di sana. Dan untuk kata-kata “police agency” yang benar-benar membuat kami tercengang karena kami pikir…kami harus berurusan dengan polisi hanya untuk sebuah tas yang tertinggal! ternyata petugas itu bermaksud untuk memberitahu kami bahwa kami harus mendapatkan izin dari polisi agar bisa masuk ke area check-in yang mana di situ lah terletak kantor Lost and Found. DAN…sebuah notes kecil berukuran 7×5 cm berwarna PINK! adalah surat izin dari polisinya. Aaaaarrgghh!!!

Categories: Konsumensentris
  1. Vonny Adeline
    August 21, 2010 at 11:21

    Permisi..

    mau bertanya..

    jadi kalu ada bagsi tertinggal itu, dicarinya di Lost & Found Center ya? Diacak2 ga bagasinya?
    Proses nya lama ga ya?? Ditanya2in ga kenapa ga diambil bagasinya?

    Sorry ya banyak nanya…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: